“Author Archive”
Stories written by Suparto Brata

Panggih/Temu (Traditional Javanese Wedding Ceremony)

Sanggan. Upacara panggih adat Jawa diawali dengan penyerahan Sanggan yang terdiri dari pisang raja dan daun sirih, sebagai lambang mohon ijin untuk bertemunya kedua mempelai. The family of the Groom presents a bunch of banana named “Pisang Sanggan” to the Bride’s family. The meaning behind is that the groom is ready to carry out of [...]

| | Read More »

Kisah Berdirinya Tugu Pahlawan

Seorang Presiden pada tanggal 10 November 1951 meletakkan batu pertama dari suatu rencana raksasa: Tugu Pahlawan, setinggi 45 meter. Batu itu ditancapkan di tengah-tengah Kota Surabaya, di sebuah tempat bekas reruntuhan gedung yang hancur dalam perjuangan mendirikan negara, di depan Kantor Gubernur Jawa Timur. Bersamaan dengan peletakan batu pertama itu ditanamkan juga sebuah piagam yang [...]

| | Read More »

Balai Pemuda Surabaya 2009

Jika tak ada aral melintang, gedung eks Bioskop Mitra di Jalan Yos Sudarso direhab menjadi sentra kesenian Surabaya awal tahun 2009. Rencananya, renovasi gedung yang menelan anggaran Rp 10,8 milyar itu ditenderkan bulan depan. Dengan demikian, pengerjaan fisik segera dimulai  pada Februari mendatang.

| | Read More »

Komentar dari Fahmi

Mencari Sarang Angin

Komentar Fahmi mengenai novel Mencari Sarang Angin : sampai dengan saat ini, satu-satunya novel yang pernah aku baca sampai tamat adalah novel karya bapak yang berjudul ‘Mencari Sarang Angin’. Salam buat mas Darwan, hehe….

| | Read More »

CITRA WANITA JAWA

CITRA WANITA JAWA DALAM NOVEL DONYANE WONG CULIKA Karya Suparto Brata   Judul buku: DONYANE WONG CULIKA (novel bahasa Jawa, 538 halaman), karya Suparto Brata, Penerbit: NARASI Jl. Jawa D-10 Perum Nogotirto II Yogyakarta 55292, Telp: (0274)620879, (0274)625743, Fax. (0274)625743; cetakan I 2004. * Teks sampul belakang luar: Iki crita Jawa. Critane wong Jawa, cara [...]

| | Read More »

MASIH ADAKAH NILAI-NILAI KEJUANGAN & KEPAHLAWANAN BANGSA?

Meskipun saya tercantum sebagai pembicara kedua, tapi oleh moderator menjadi pembicara pertama. Dengan menghirup napas dalam-dalam, saya ingat nasihat Mas Sabrot agar santai saja, serta cara memegang mik meniru sang moderator. Dengan pelahan berusaha tenang saya berbicara tanpa teks (tapi sudah saya hafalkan di rumah sebelumnya), istilah saya mengabsen para “pahlawan Surabaya” apa sumbangannya kepada [...]

| | Read More »

CATATAN NOVEMBER/DESEMBER 2008

SOLIDARITAS PENGARANG  SASTRA JAWA Jumat/Sabtu 7/8 November 2008.   Jumat 7 November saya berangkat ke Bungurasih jam 12 siang. Bertemu dengan Mbak Trinil dan Mas Djoko Prakosa, dan akhirnya Mas Bonari. Bis patas brangkat jam 14.00, sampai di Masjid Raya Sragen jam 20.00, dijemput Mas Tito. Kami ditampung tidur di rumah Mas Tito. Kata Mas [...]

| | Read More »

Email dari Perancis

Beberapa hari yang lalu saya mendapat email dari Perancis yang memberitahukan bahwa penuturan bahasa Jawa menempati rankin 11, email selengkapnya :   From: soenarjo sita <sita_satoeti@yahoo.fr> Subject: Tr : [AlumniPrancis] Ranking Bahasa Dunia To: “Evita Suryawatiningsih” <evita07@yahoo.com>, “katharina Triratna Paramita” <nina_soenarjo@yahoo.com>, “Ari Pangestu” <sriuntung@yahoo.co.id>, “arief setiawan” <ariefpa@yahoo.com>, “Suparto Brata” <sbrata@yahoo.com>, krishna79aimable@yahoo.com, “Krismastono” <krismastono@yahoo.com>, “tri lestari” [...]

| | Read More »

Meningkatnya Traffic Blog

Sudah setahun lebih saya menulis di blog ini dari sekedar iseng saja ternyata mendapat respon yang cukup banyak dari para pembaca, khususnya bagi mahasiswa yang akan membuat skripsi untuk mencari informasi tentang buku-buku karangan saya atau pembaca lainnya, sehingga kapasitas 400 megabyte yang saya perkirakan cukup ternyata sudah tidak memadai lagi. Saya mohon maaf kepada [...]

| | Read More »

LASKAR PELANGI DAN IHWAL FILM NASIONAL

Oleh Fahrudin Nasrulloh Penggiat Majavanjava Cinema Club Dan Komunitas Lembah Pring Jombang Memperingati 10 November 1945 adalah mengenang pekik hidup-mati, geriung tank yang merangsek, dan simbahan getih di Jembatan Merah Surabaya. Ini lelayap bayangan saya kiranya, sebelum saya menyimak memoar Bung Tomo dalam bukunya 10 Nopember (Penerbit Balapan Jakarta, 1951). Tersebab itu, saya memburu berbulan-bulan [...]

| | Read More »