MASIH ADAKAH NILAI-NILAI KEJUANGAN & KEPAHLAWANAN BANGSA?

| |

Meskipun saya tercantum sebagai pembicara kedua, tapi oleh moderator menjadi pembicara pertama. Dengan menghirup napas dalam-dalam, saya ingat nasihat Mas Sabrot agar santai saja, serta cara memegang mik meniru sang moderator. Dengan pelahan berusaha tenang saya berbicara tanpa teks (tapi sudah saya hafalkan di rumah sebelumnya), istilah saya mengabsen para “pahlawan Surabaya” apa sumbangannya kepada negara dan bangsa Indonesia sejauh ini.
“Nama saya Suparto Brata, lahir di Surabaya Plasa, tengah keramaian Kota Surabaya, hari Sabtu tanggal 27 Februari 1932. Lahir sehari bersama saya adalah bintang film cantik Elizabeth Taylor. Nggak sumbung, saya pernah tidur bersama dia beberapa kali, yaitu saya tidur di rumah saya, dia tidur di hotel berbintang. Yang bersama hanya waktunya. Saya mau ngabsen para pahlawan Surabaya, apa jasanya kepada negara dan bangsa Indonesia. Saya mulai dari agama Islam. Agama Islam di Jawa dimulai dari mana? Dari Ampel Denta, Raden Rakhmat atau Sunan Ampel. Wali Sanga sebagai pelopor, tetapi paling tua dan terdahulu adalah Sunan Ampel. Kalau mau safari ke Wali-wali Sanga, sebaiknya terdahulu haruslah berkunjung ke Surabaya, Sunan Ampel.

Selengkapnya

Posted by Suparto Brata on Thursday, December 25th, 2008. Filed under catatan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

2 Comments for “MASIH ADAKAH NILAI-NILAI KEJUANGAN & KEPAHLAWANAN BANGSA?”

  1. selamat malam pak suparta brata. saya baru menyadari setelah melihat anda di tv one malam ini bahwa anda punya blog. maka langsung saya cari di goegle dan ketemu. hmmmm, rasanya lama sekali gak jumpa anda. tapi walau begitu saya bahagia karena seusia tersebut anda tetap produktif. anda termasuk pengarang langka di republik ini yang tetap setiap dengan jalan anda. tetapi memang begitulah hidup harus dijalani ya pak. hanya kesungguhan, telaten, dan setia terhadap profesi mansuia bisa hidup dalam jangka yang cukup lama. saat ini saya banyak berada di jakarta dan bekerja dalam pembuatan film dokumenter. sejak lama sebetulnya saya berminat dengan beberapa tulisan anda tentang surabaya untuk saya angkat dalam film dokumenter. tetapi kesempatan untuk bertemu dengan anda belum juga dapat saya wujudkan. say berharap saya masih bisa bertemu anda dan mewujudkan apa yang ingi saya kerjakan. oke, sekian dulu dan terima kasih. jilkalaran@yahoo.com

  2. o ya saking asyiknya saya lupa komentarin tulisan anda tentang masih adakah nilai-nilai kejuangan dan kepahlawanan bangsa, menurut saya hal itu akan selalu ada dan hidup sampai kapaun pun. cuma bentuknya memamh yang selalu berbeda. kalau sampai hari ini masih ada orang yang berkerasi, yang memikirkan nasib orang lain, yang prihatin terhadfap kondisi bangsa, yang berani melawan ketidakbenaran dan ketidakjujuran, yang berani menegur kalau melihat orang lain membuang puntung rokok sembarangan atau membuang sampah dan sejenisnya, maka itu tandanya jiwa kepahlawanan masih ada dan hidup. dan saya percaya, jiwa kepahlawanan yang paling hakiki bukan datang karena dia mampu mengusir penjajah dari tanah airnya, tetapi karena mampu melawan angkara murka dalam diri sediri.

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*