Dari Pandu Ganesa
Untuk teman-teman penggemar karya Suparta Brata dan ingin tahu bukan hanya wajah beliau tapi juga suara dan pendapat pak Parta, silakan ihat penampilan beliau di: http://www.youtube.com/watch?v=smbrryQ3twc Selamat menyaksikan. gono
Untuk teman-teman penggemar karya Suparta Brata dan ingin tahu bukan hanya wajah beliau tapi juga suara dan pendapat pak Parta, silakan ihat penampilan beliau di: http://www.youtube.com/watch?v=smbrryQ3twc Selamat menyaksikan. gono
Hamid Nuru : Wah saya begitu kagum dengan Pak Suparto Brata.Selain tulisannya begitu produktif.Beliau juga mau ‘nggetih’ dalam menerbitkan karya-karyanya.Selain yang membuat salut.Pak Parto begitu melek teknologi.Memang perlu ditiru. Ibnu Wibi : saya baru mulai senang membaca roman panglipur wuyung tahun 2006 saat mendapatkan buku2 sejenis ratusan buah dari seorang teman, namun hanya beberapa yang [...]
Seminggu yang lalu saya mendapat email dari PR Oriental Bangkok, yang akan menerbitkan buku kumpulan cerita dari para pengarang pemenang S.E.A Write. Sebagai pemenang, saya juga diharapkan ikut mengirimkan cerita saya untuk dimuat dalam anthology tersebut. Permintaannya segera saya penuhi, cerita pendek saya yang saya kirimkan adalah cerita bahasa Jawa subdialek Surabaya. Agar cerita itu [...]
ORIENTASI NILAI BUDAYA WANITA JAWA MODERN DALAM NOVEL KELUWARGA PEJUWANG KARYA SUPARTO BRATA Oleh: Toha Machsum, M.Ag (peneliti pada Balai Bahasa Surabaya) A. Pendahuluan Novel Keluwarga Pejuwang merupakan salah satu dari karya-karya sastrawan ternama Jawa Timur Suparto Brata yang baru, ditulis pada tahun 2001 dan pernah dimuat dalam majalah “Panjebar Semangat” No. 9, [...]
SUPARTO BRATA’S OMNIBUS, (584 kaca, rega Rp 70.000,00). Roman telu dadi siji: Astirin Mbalela, Clemang-Clemong, Bekasi Remeng-remeng. Ditambah oncek-oncekan bab novel-novel kuwi dening Darni Ragil Suparlan, dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah, FBS Unesa Surabaya. Astirin Mbalela: Perjuwangane wanita mudha tumaruna aran Astirin anggone ngranggeh gegayuhane minangka wanita kang ora mung pasrah marang kungkungane budaya lan [...]
Anak umur 3 tahun menonton televisi, sudah bisa mengerti artinya dan menikmati (konsumtif) siaran televisi. Sebab televisi adalah alat hasil rekayasa teknologi yang mempertajam atau memperpeka melihat dan mendengar. Dan melihat dan mendengar adalah kodrat indrawi, tiap manusia lahir normal tentu bisa melihat dan mendengar.
Hari Jumat 30 Mei 2008 jam 0900 saya terima telepon dari Sdr. Uki, wartawan LKBN Antara Jl. Kombes Pol Duryat 41A Surabaya. Semula dia mendapat undangan dari Bonari untuk bercangkrukan dengan PPSJS (Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya) dan Dr. George Quinn (dari Australia) di Balai Bahasa Surabaya (alamat Buduran Sidoarjo) tgl. 2 Juni 2008 [...]
Seperti seorang manusia, sebuah kota pun biasa memperingati hari kelahirannya. Sebelum tahun 1975, Surabaya biasa memperingati hari lahirnya pada tanggal 1 April. Namun ternyata tanggal ini bukan merupakan saat lahirnya Surabaya sebagai kota dalam arti tempat pemukiman dengan segala kehidupan dan masalahnya. Tanggal 1 April adalah saat diresmikannya Gemeente Soerabaia pada tahun 1906 oleh pemerintah [...]
Saya terima surat bunyinya begini: House of Sampoerna dan Museum Geologi Bandung mengundang dengan hormat Ibu/Bapak dalam acara Pembukaan Pameran “Museum Geologi: Sarana Pembelajaran dan Berpariwisata”. Pameran akan dibuka oleh Bapak Bambang D.H. Walikota Surabaya pada Kamis, 8 Mei 2008, pukul 18.00, di Museum di House of Sampoerna. Pameran terbuka untuk umum dari 9 hingga [...]
Saya menjalani sekolah selama di SD (dulu SR) klas 1- klas 6, di SMP klas 1 – klas 3, di SMA klas 1 – klas 3. Oleh karena waktu itu dalam keadaan perang, saya mengalami zaman Belanda, zaman Jepang, zaman Perjuangan RI, zaman RI merdeka, maka laju sekolah saya tidak selama 12 tahun. Yaitu masuk [...]