“Author Archive”
Stories written by Suparto Brata
SEMANGAT NASIONALISME TOKOH TEYI DALAM NOVEL GADIS TANGSI KARYA SUPARTO BRATA DI ANTARA MASYARAKAT MULTIKULTUR Ade Husnul Mawadah ABSTRAK Bangsa Indonesia tidak pernah dapat dilepaskan dari sejarahnya sebagai bangsa jajahan Belanda. Pada tahun 1596 dipimpin oleh Houtman dan de Kyzer, Belanda datang dan menjajah Indonesia, kemudian mengakui kedaulatan Republlik Indonesia pada 27 Desember 1949. Selama [...]
October 6th, 2009 | Filed under Makalah | Read More »
September 28th, 2009 | Filed under Uncategorized | Read More »
Ditanyakan oleh Dr. Apsanti Djokosujatno (pengajar di FS UI) Rungkut Asri Surabaya, 16 Juli 2009. Ibu Apsanti Djokosujatno yang baik, Tentu saja saya ingat. Seorang wanita berkedudukan terhormat malam-malam berkunjung ke rumah seorang pengarang buku detektip bahasa Jawa, untuk mengetahui perihal cerita detektipnya. Sungguh kunjungn itu hal yang tidak terlupakan, karena suatu kehormatan yang sangat [...]
August 29th, 2009 | Filed under Uncategorized | Read More »
Orang Belanda diusir dari Indonesia 1956-1958. Barangnya tidak bisa dibawa, maka ditinggalkan, dilelang. Termasuk buku-buku, tidak ada yang perhatian. Terdapat berserakan dijual di kaki lima Jl. Keputran (sekarang Urip Sumoharjo) Surabaya. Harganya satu rupiah per buku. Saya beli dan saya baca dengan susah payah karena tidak lancar bahasa Inggris. Dari situlah saya mengenal cerita detektip. [...]
August 11th, 2009 | Filed under catatan | Read More »
Buku-buku terbitan Penguin yang saya beli di Pasar Loakan Kaki Lima di jalan Keputeran pada tahun 1957 Buku edisi pocket PENGUIN BOOKS sampul hijau-putih-hijau untuk cerita mystery and crime, orange-putih-orange cerita fiction, kuning-putih-kuning biography and journey, dan lain warna lain katagori. Tapi saya suka borong buku sampul hijau-putih-hijau. Ada 20 judul buku sampul hijau saya [...]
August 1st, 2009 | Filed under Uncategorized | Read More »
Zainuddin Hakim dan Ratun Untoro (Peneliti Madya dan Tenaga Teknis Balai Bahasa Sulawesi Utara) Abstract The Lord and priyayi (read: kraton) perceived kawula as a wong cilik who did not have power authority, so they were selfdown, rude, and uneducated. The views of kraton about the kawula were very influnced on attitude and behavirious of [...]
July 25th, 2009 | Filed under Uncategorized | Read More »

Diambil dari Surabaya Post, Minggu 12 Juli 2009
July 14th, 2009 | Filed under Uncategorized | Read More »
Sejak dulu kala suatu daerah yang ramai penduduknya disebut kota, yang kurang ramai disebut desa. Wilayah desa jauh lebih luas daripada kota, sebab tanah luas penduduk belum banyak. Dengan kepadatan penduduk yang berbeda, maka sosial-budaya kota dan desa pun berbeda. Karena itu dibutuhkan juga tata pemerintahan juga berbeda.
July 3rd, 2009 | Filed under catatan | Read More »

Makalah pada seminar WONG JAWA ILANG JAWANÉ (Balai Soedjatmoko Solo & House of Danar Hadi 14 Juni 2009) Menurut cerita Ibuku, saya lahir di Centrale Burgere Ziekenhuis (CBZ) Surabaya, hari Sabtu Legi, bulan Sawal tahun Jé. Itu diucapkan tiap kali. Ketika saya masuk sekolah, ketika saya umur 7 tahun, ketika jadi pelajar, ketika saya nikahan. [...]
June 16th, 2009 | Filed under Seminar | Read More »

Seperti seorang manusia, sebuah kota pun biasa memperingati hari kelahirannya. Sebelum tahun 1975, Surabaya biasa memperingati hari lahirnya pada tanggal 1 April. Namun ternyata tanggal ini bukan merupakan saat lahirnya Surabaya sebagai kota dalam arti tempat pemukiman dengan segala kehidupan dan masalahnya. Tanggal 1 April adalah saat diresmikannya Gemeente Soerabaia pada tahun 1906 oleh pemerintah [...]
May 28th, 2009 | Filed under Uncategorized | Read More »