Makalah Gadis Tangsi

| |

SEMANGAT NASIONALISME TOKOH TEYI DALAM NOVEL GADIS TANGSI KARYA SUPARTO BRATA DI ANTARA MASYARAKAT MULTIKULTUR

Ade Husnul Mawadah

ABSTRAK

Bangsa Indonesia tidak pernah dapat dilepaskan dari sejarahnya sebagai bangsa jajahan Belanda. Pada tahun 1596 dipimpin oleh Houtman dan de Kyzer, Belanda datang dan menjajah Indonesia, kemudian mengakui kedaulatan Republlik Indonesia pada 27 Desember 1949. Selama itulah (±350 tahun) Belanda telah melakukan banyak hal di Indonesia, di antaranya dalam bidang ekonomi, politik, pendidikan, dan sosial budaya. Hal itu tentu saja sangat mempengaruhi pembentukan mentalitas masyarkat Indonesia sebagai rakyat jajahan Belanda.

Kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kolonialisme Belanda menarik sejumlah pihak untuk meneliti dan menuliskannya sebagai sebuah catatan sejarah. Pada zaman itu, Indonesia yang heterogen telah menjadi wilayah yang multikultural. Budaya Barat dan Timur saling bersentuhan selama lebih dari 350 tahun. Selain sejarahwan, sejumlah sastrawan Indonesia pun tertarik untuk menuliskan kondisi masyarakat Indonesia pada zaman kolonialisme Belanda, salah satu di antaranya adalah Suparto Brata dengan novel Gadis Tangsi.

Selanjutnya klik disini

Posted by admin on Tuesday, October 6th, 2009. Filed under Makalah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

1 Comment for “Makalah Gadis Tangsi”

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*