Suparto Brata, Sastrawan Gaptek Yang Punya Situs Web
Surabaya (ANTARA News) – Suparto Brata, sastrawan “gaek” yang tetap produktif di usia 75 tahun, kini memiliki media baru untuk menyebarkan novel atau cerpennya; laman pribadi dan situs web.
Surabaya (ANTARA News) – Suparto Brata, sastrawan “gaek” yang tetap produktif di usia 75 tahun, kini memiliki media baru untuk menyebarkan novel atau cerpennya; laman pribadi dan situs web.

Foto Perkawinan diambil dari buku yang berjudul “Nostalgia Anak Kampung” karangan GUNARSO TS diterbitkan oleh Pena Kreasi tahun 2007.
Aurora, Sang Pengantin (270 halaman) Karena sudah dua kali ikut ujian masuk perguruan tinggi tidak lulus, maka Aurora mau saja dinikahi Jimbun Hantaka, duda yang 10 tahun lebih tua, tapi kaya. Kata orang almarhum Monica, istri Jimbun, cantik dan cerdas. Untuk menarik hati suaminya, Aurora pun berusaha berbuat semirip Monica. Tetapi ketika Aurora berdandan semirip [...]
Pada tanggal 10 Agustus 1949 malam komandan Batalyon 503 Mayangkara Mayor Djarot dengan beberapa perwira staf menemui perwira UNCI (komisi PBB untuk urusan pertikaian Indonesia – Belanda) Kapten Knight di tempatnya di Oranje Hotel, disambut pula oleh perwira UNCI Braseur Kermadec.
Mendadak Kagum. Bingung. Harus dimulai dari mana. Yang jelas semua terkesan mendadak. Seperti jatuh begitu saja. Ya, memang demikianlah jika saya mendadak kagum kepada Bapak. Ke-mendadak-an ini muncul ketika saya selesai menghabiskan “Gadis Tangsi”. Novel yang sangat indah. Bukan karena keindahan bahasa ataupun kata-katanya. Namun indah karena kemanusiaan. Rupanya tak berlebihan jika saya mengutip apa [...]
Pada hari Minggu sore 23 September 1945, tiba di stasiun Pasarturi Surabaya seorang Kapten Angkatan Laut Belanda bernama P.J.G. Huijer. Ia langsung pergi ke Hotel Oranje, tempat yang lima hari sebelumnya terjadi peristiwa perobekan bendera Belanda dengan mengakibatkan tewasnya Mr. Ploegman.
Selamat sore paka Brata,Setelah mahligai di ufuk timur ada lagikah tulisan bapak yang baru yang sejenis itu? Diantara tulisan bapak rasanya saya menemukan tokoh teyi sebagai tokoh yang lain dari pada yang lain. Biasanya tokoh-tokoh bapk banyak yang abu-abu. Tapi si teyi ni sesudah dewasa dapat dikatakan hampir sempurna ( manusia kan tidak mungkin sempurna [...]
Berita akan mendaratnya Tentara Sekutu tanggal 25 Oktober 1945 di Surabaya dikawatkan pertama oleh Menteri Penerangan Amir Syarifuddin dari Jakarta. Dalam berita tersebut menteri menjelaskan tugas Tentara Sekutu di Indonesia, yaitu mengangkut orang Jepang yang sudah kalah perang, dan para orang asing yang ditawan pada zaman Jepang. Menteri berpesan agar pemerintah daerah di Surabaya menerima [...]
“Makan roti? Sudah kenyang? Ah, orang Jawa kalau belum makan nasi kan belum sarapan namanya? Jadi, sarapan nasi saja, ya?” istriku yang pandai memasak selanjutnya menyiapkan masak nasi untuk sarapanku setiap pagi.
Kamis 5 April 2007, saya terima surat dari mahasiswi Jogja, Yuyun Yuliani. Dia akan menggarap skripsi dengan buku saya Donyane Wong Culika (DWC) sebagai objeknya. Dia mengajukan berbagai pertanyaan yang harus saya jawab. Tiap pertanyaannya saya ulang tulis, dan berikan jawabannya. Antara lain pertanyaannya dan jawaban saya sebagai berikut: Mengapa bapak memberi judul Donyane Wong [...]