Peristiwa Surabaya 11 Agustus 1949

| |

Pada tanggal 10 Agustus 1949 malam komandan Batalyon 503 Mayangkara Mayor Djarot dengan beberapa perwira staf menemui perwira UNCI (komisi PBB untuk urusan pertikaian Indonesia – Belanda) Kapten Knight di tempatnya di Oranje Hotel, disambut pula oleh perwira UNCI Braseur Kermadec.

Pada pagi harinya, tanggal 11 Agustus 1949, ketika diumumkan cease fire, Mayor Djarot secara resmi lapor kepada perwira UNCI bahwa TNI dengan senjata lengkap dan seragam lengkap (pakai lencana Mayangkara yang baru diresmikan empat hari sebelumnya) telah berada di Kota Surabaya. Sore hari pukul 16.00 datang Chef Staf A Divisie (kepala staf Divisi A tentera Kerajaan Belanda) Kolonel Rietveld mengadakan perundingan dengan pihak TNI, disaksikan oleh pihak UNCI. Tetapi selesai perundingan semua pasukan TNI, termasuk Mayor Djarot dan perwira pengikutnya, ditangkapi oleh tentara Belanda dan dilokasikan pada suatu tempat.Di Kota Surabaya sejak tahun 1946 praktis tidak pernah terjadi pertempuran lagi.

Selengkapnya klik disini

Posted by admin on Monday, September 17th, 2007. Filed under Stories. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

1 Comment for “Peristiwa Surabaya 11 Agustus 1949”

  1. sungguh-2 langka mendapatkan catatan dokumen sejarah dan tak sia-sia runtut dalam penuturan kata apik …
    perang kemerdekaan tak menyisakan catatan/monumen/ tetenger [selayaknya zaman kerajaan dulu kala ada pujangga]

    beruntunglah kita yang muda-muda ini masih ada fatwa pujangga, tak sampai kehilangan mata rantai sejarah paska
    kolonialisme, mampu mencatat sejarah menurut versi karya Repoeblik Indoenesia.
    Matur nuwun kagem Bapak Suparto Broto kerso ngleluri ugi
    nuhoni zaman…. sampun kagungan panerusing karya yang melanjutkan [sampun kados Mahapatih Gadjah Mada alm.]
    eman saestu lho…

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*