OBITUARI

| |

Liz Taylor, Sakit Sepanjang Hidup


Kompas Sabtu 1 Maret 1997, dua hari setelah ulang tahun perempuan hebat Elizabeth Taylor ke 65 menulis: Apa yang menandai ulang tahunnya ke-65? Operasi tumor otak. Ia mampu melewati masa kritisnya sesudah seminggu terbaring di rumah sakit, dan merayakan hari jadinya tepat pada hari Kamis 27 Februari lalu di rumah.

Elizabeth Taylor, veteran bintang film populer dan peraih dua piala Oscar, menyadari dirinya kena tumor selagi memeriksakan diri awal bulan ini. Ia tidak menunjukkan rasa panik berlebihan. Ia bahkan menunda pelaksanaan operasi, agar bisa hadir di dalam sebuah pertunjukan pertengahan bulan ini di Los Angeles, Amerika Serikat. Pertunjukan itu untuk mengumpulkan dana bagi yayasan antipenyakit AIDS yang didirikannya.

Tumor yang diidapnya dari jenis tumor ganas. Tim dokter di RS Cedars Sinai, Beverly Hills, Amerika Serikat, berhasil mengangkat tumor sebesar bola golf dari dalam kepalanya. Para dokter juga optimistik, semua akan beres seperti sedia kala.

Memang begitulah tampaknya. Hari Rabu lalu Elizabeth Taylor melambaikan tangannya kepada para reporter, dan memasuki sebuah mobil Mercedes untuk meninggalkan rumah sakit. Kepalanya dicukur dan dikerubungi syal, seperti disiarkan kantor berita AP.

Maka ia bisa dengan tenang merayakan ulang tahunnya di rumah, bersama keluarga. Perhatian penuh ia peroleh sepanjang masa rawatnya di rumah sakit. Anak-anaknya (Michael Wilding, Christopher Wilding, Liza Todd, dan Maria Burton) serta para cucunya, bergantian menjenguknya. Begitu juga dengan berbagai rekannya, termasuk maha bintang Michael Jackson yang mengirimnya karangan bunga.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih pada semua orang yang memberi dorongan semangat dan cinta,” tuturnya lewat seorang juru bicaranya, seperti dikutip kantor berita Reuter.

Ulang tahun sunyi itu kontras betul dengan perayaan ulang tahun officalnya yang berlangsung meriah pertengahan Februari lalu. Sejumlah selebritis hadir, dan berhasil menangguk milyaran rupiah untuk disumbangkan ke yayasan penanggulangan penyakit AIDS.

Bintang kontroversial yang filmnya Evita tengah beredar mengatakan, “Saya sudah mengagumi Elizabeth Taylor lewat film-filmnya, tetapi apa yang ia kerjakan untuk melawan AIDS selama 12 tahun terakhir inilah yang benar-benar membuatnya menjadi bintang.”

Elizabeth – tenar dengan “Liz” – Taylor mengaku ia terdorong untuk melakukan kegiatan sosial itu karena banyak teman terutama aktor Kirk Douglas tumbang digerogotinya. Namun banyak yang percaya, ia melakukannya karena ketakutan terpendam akan penyakit mematikan, mengingat ia “bukan orang yang sungguh-sungguh sehat”. Seorang dokternya mengatakan, “telanlah pil-pil (penghilang rasa sakit itu) kalau mau cepat mati.”

*

MENGIRINGI karier filmnya yang melejit kencang sejak muda – film terakhirnya Flintstone (1994) dibuat ketika ia 63 tahun – kisah cintanya yang menggemparkan, dan kekayaannya, ia sebenarnya kehilangan sesuatu yang sangat berharga: kesehatan yang baik.

Ia bahkan sudah mengidap kelainan di tulang belakang, sejak lahir di London, tanggal 27 Februari 1932. Menurut majalah New Idea, kelainan itu terus berakibat sampai sekarang. Dalam catatan penulis biografi Alexander Walker, ada 41 krisis kesehatan yang ia idap. Walker mencatat, di usia dua tahun ia menderita infeksi tenggorokan.

Catatan kesehatannya bisa sangat panjang, tak kalah panjang dibandingkan karirnya sepanjang 50 tahun di dunia film. Pengalaman di film National Velvet di awal kariernya selain membuatnya takjub juga memberi kenangan pahit. Ia terjatuh dari kuda, mengguncang syaraf tulang punggungnya yang sudah menderita tersebut.

Elizabeth Taylor sudah menelan lebih daripada 10.000 tablet sepanjang hidupnya. Ia sudah lebih 40 kali dirawat di rumah sakit, mendapat 30 kali operasi. Dua kali ia menjalani perawatan di Betty Ford Centre untuk menghilangkan kecanduan narkotik dan alkohol. Selain itu ia juga memerangi kegemukan, yang pernah membuat tubuhnya melembung sampai 81 kilogram.

“Orang seperti Liz Taylor sepanjang hidup berharap mendapat obat ajaib,” tutur psikolog Meredith Fuller kepada majalah New Idea edisi 22 Februari 1997. “Ia mencari sesuatu untuk mengenyahkan rasa sakit, membuang kepahitan. Ketika dokter atau suami tak mampu memberikannya, ia akan terjatuh kembali ke lingkaran setan obat-obatan tersebut.”

*

ENTAH apa yang memicunya menjadi jagoan kawin cerai. Masa kecilnya yang terpacu menjadi bintang, bisa menjadi penyebab. Di usia 10 tahun ibunya Sara Taylor menjadi pendorong besar untuk memasuki dunia film – dan menjelang remaja ibunya bercerai dari ayahnya Francis Taylor. Masa remajanya yang begitu gemerlap dengan tubuh yang tampak lebih cepat matang dibanding usianya, bisa juga menjadi pendorong. Demikian juga sifatnya yang sebenarnya penyayang, atau gampang jatuh cinta. Bisa juga gabungan dari berbagai faktor.

Setiap kali jatuh cinta, ia tampak seperti “habis-habisan”. Seolah tak ada lagi pria lain. Coba ikuti berbagai kutipannya tentang pria yang tengah ia gandrungi berikut ini:

*”Hatimu tahu kalau kamu bertemu dengan orang yang tepat. Tak pelak lagi. Nicky satu-satunya yang kuinginkan untuk menjadi pendampingku sepanjang hayat,” tuturnya tentang Conrad Nicholson Hilton. Ia menikah dengan juragan jaringan hotel megah itu tanggal 6 Mei 1950.

*”Saya hanya menginginkan Michael, saya ingin menjadi isterinya. Inilah awal dari kebahagiaan sampai akhir,” katanya tentang aktor Inggris Michael Wilding. Mereka menikah tanggal 21 Februari 1952.

*”Saya mencintai dia sepenuhnya dengan cinta yang abadi…. Perkawinan ini untuk selamanya. Bagi saya, ini merupakan keberuntungan yang ketiga,” tuturnya tentang pernikahan dengan pembuat film Mike Todd, yang berlangsung tanggal 2 Februari 1957.

*”Kebahagiaanku begitu penuh sehingga tidak mungkin lebih berbahagia lagi….. Kami bakal berbulan madu sampai 30 atau 40 tahun,” jelasnya menunjuk pernikahannya dengan penyanyi Eddie Fisher, tanggal 12 Mei 1959.

*”Saya sungguh berbahagia…. Saya begitu mencintainya sampai layak untuk mendampinginya, tak peduli apa yang dia buat, dan saya akan selalu menunggu,” tuturnya, dengan sikap penuh pengertian terhadap tingkah laku aktor ternama Richard Burton. Itu yang diungkapnya untuk pernikahan mereka yang pertama, 15 Maret 1964.

*Dari delapan kali menikah, dua di antaranya ia lakukan dengan orang yang sama, yaitu Richard Burton. Katanya untuk pernikahan kedua, “Tak akan pernah lagi perkawinan atau perceraian. Kami lengket seperti bulu-bulu ayam terkena ter – berkasihan selalu.” Pernikahan kedua itu berlangsung 10 Oktober 1975.

*”John adalah kekasih paling baik. Saya ingin menikmati seluruh hidup saya bersamanya, dan saya ingin dimakamkan bersamanya,” kata Liz. Maka ia menikahi senator John Warner tanggal 4 Desember 1976.

*Dan yang terakhir, Larry Forstenky. Katanya tentang pernikahannya dengan bekas buruh bangunan itu, “Saya selalu mengatakan akan menikah sekali lagi, dan Tuhan memberkahi. Perkawinan ini untuk selamanya.” Sesudah lebih dua tahun kumpul kebo, mereka pun menikah Oktober 1991 lalu.

*

TAMPAKNYA, lelaki yang paling ia cintai adalah Richard Burton.

Keduanya bertemu di dalam film yang masih dikenang orang, Cleopatra, pada tahun 1962. Burton yang semula menyepelekan Liz, menjadi tertarik melihat kemampuannya di depan kamera. Liz melihat Burton merupakan kombinasi dari berbagai pria yang pernah ia cintai.

Di mata Liz, Burton sama kayanya dengan Nick si juragan hotel, sama tinggi selera humornya seperti si aktor Michael Wilding, dan sama tegarnya dengan si pembuat film Mike Todd. Perbandingan dengan pria lainnya adalah, secara fisik sekokoh Ingemar Johanson, secara intelektual setingkat Max Lerner, suaranya semerdu Frank Sinatra dan mantan suaminya Eddie Fisher.

“Hanya mendengar suaranya saja saya sudah orgasme,” kata Liz di tengah istirahat shooting film Cleopatra, seperti dikutip penulis Kitty Kelly di dalam bukunya Elizabeth Taylor, The Last Star.

Tapi itu semua masa lalu. Tengah bulan lalu ia bersumpah, “tamparlah saya kalau saya menikah lagi.”  Selamat ulang tahun, Liz (Efix Mulyadi).

Liz Taylor, Minikah Delapan Kali Sepanjang Hidupnya

Jawa Pos, Kamis 24 Maret 2011, menulis: Si Cleopatra Tutup Usia. LOS ANGELES – Dunia hiburan kembali berduka. Elizabeth Taylor aktris legendaris peraih tiga Oscar, kemarin (23/3) menutup mata untuk selamanya dalam usia 79 tahun setelah mengalami gagal jantung.

Perempuan kelahiran London dari ayah dan ibu berkewarganegaraan Amerika Serikat itu meninggal dunia di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles. Di tempat itulah dia dirawat selama enam pekan terakhir karena gangguan jantung yang mulai dialaminya sejak 2004.

“Ibu saya adalah perempuan luar biasa yang menjalani hidup sangat indah, dengan penuh semangat, keceriaan, dan cinta,” kata Michael Wielding, satu dari empat anak Taylor, seperti dikutip Associated Press.

“Kita semua tahu, dunia ini menjadi lebih indah karena kehadiran ibu saya. Jejaknya tak akan pernah pudar, semangatnya akan selamanya bersama kita, dan cintanya akan selalu di hati kita semua,” lanjut Wielding dalam pernyataan yang mewakili keluarga.

Tiga anak aktris yang akrab dikenal sebagai Liz Taylor lainnya adalah Christopher Wielding, Liza Todd, dan Maria Burton. Mereka berempat berada di sisi sang ibu yang mendapat gelar “Dame” dari Kerajaan Inggris itu di saat-saat terakhirnya. Taylor juga dikaruniai 10 cucu dan empat cicit.

Taylor merebut Oscar pertamanya lewat film Butterfield 8. Oscar berikutnya melalui Who’s Afraid of Virginia Woolf. Sedangkan Oscar ketiga diberikan berkat kegigihannya dalam kampanye anti-HIV/AIDS.

Tapi, mungkin Taylor paling dikenang berkat perannya dalam film Cleopatra. Dia menjadi aktris Hollywood pertama yang dibayar USD 1 juta berkat film yang dibuat pada 1961 tersebut.

Di film kolosal itu pula dia bertemu Richard Burton, aktor asal Wales yang dinikahinya dua kali (1964-1974 dan 1975-1976). Total Taylor menikah sebanyak delapan kali.

Hidup Taylor memang amat berwarna. Dia dianggap sebagai salah satu simbol seks di eranya. Hanya Marilyn Monroe yang dianggap bisa menyainginya. Dia juga menjadi idola kaum homoseksual.

Perempuan yang di saat-saat terakhir hidupnya harus bergantung pada kursi roda itu juga dikenang sebagai sahabat sejati Michael Jackson. Dia setia berada di sisi bintang yang meninggal pada Juni 2009 tersebut di saat-saat terberatnya. Misalkan ketika kakak Janet Jackson itu diadili karena tudingan pelecehan seksual ke anak lelaki di bawah umur.

Mengawali karir di layar lebar lewat film Lessie Come Home pada 1943, karir filmnya terentang ke sekitar 50 film. Tapi kecemerlangan karir itu juga diwarnai gangguan kesehatan berkali-kali.

Dia tercatat lima kali mengalami masalah parah pada punggung. Pada 1990, dia bahkan nyaris meninggal dunia akibat pneumonia. Hal yang sama terulang kembali pada 1992.

“Elizabeth Taylor adalah legenda Hollywood dan wanita yang amat menarik. Dia juga telah menghabiskan 25 tahun hidupnya yang terakhir untuk mengatasi epidemi HIV. Saya bangga bisa mengenalnya,” kata penyanyi terkenal George Michael, seperti dikutip The Independent.

Aktor legendaris Inggris Sir Michael Caine juga merasa sangat kehilangan. “Dia tak hanya aktris  luar biasa, tapi juga seorang manusia yang sangat hebat,” katanya.

Pujian serupa juga dilayangkan host televisi ternama Larry King, “Elizabeth Taylor adalah seorang sahabat, bintang besar, dan wanita yang amat bernyali. Dia sangat spesial. Anda tak akan pernah melihat bintang seperti dia lagi”, ujarnya. (ttg).

*

ELIZABETH TAYLOR perempuan cantik yang spesial ini berita meninggalnya saya punggah di akun saya, karena hari lahirnya melihat dunia bersama saya. Semoga tingkah laku perbuatannya yang bermanfaat untuk keindahan sosial kemasyarakatannya bisa jadi teladan penghayatan hidup kita semua, terutama saya. Selamat jalan, Liz, semoga mendapat tempat abadi di sisi Tuhanmu. (Suparto Brata).

Posted by admin on Friday, March 25th, 2011. Filed under Stories. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

1 Comment for “OBITUARI”

  1. Saluut buat Pak Suparto Brata. Saya gembira sekali telah mengklik link ini secara tidaksengaja. Waktu itu saya searching siapa sih Blogger tertua di Indonesia. Saya juga seorang blogger tapi blogger-bloggeran dan gak punya bobot seperti Pak Suparto Brata ini. Saya sangat senang karena beliau mengupas habis tentang bintang Hollywood yang jadi favourite saya yaitu Elizebeth Taylor. Saya bahkan masih menyimpan beberapa foto ketika Liz Taylor masih sangat muda. Saya pasti akan cari buku-buku karangan Pak Suparto Brata ini. Pasti.

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*