Emprit Abuntut Bedhug

| |

emprit.JPGAnalisa dari Retno Asih Wulandari mengenai cerita Emprit Abuntut Bedhug yang dimuat di Masyarakat Kebudayaan dan Politik (terbitanUNAIR) No. 42 Maret 1993.

Suparto Brata merupakan pengarang yang paling banyak menghasilkan karya sastra yang bertema cerita detektif. Dapat dikatakan demikian karena di dalam buku Bunga Rampai Sastra Jawa Mutakhir, yang disunting oleh J.J.Ras, hanya ditemukan dua pengarang yang menghasilkan cerita detektif, yaitu Suparto Brata dan Any Asmara. Suparto Brata menghasilkan enam buah karya sastra (Ras. 1985:23), dan Any Asmara hanya menghasilkan dua buah karya sastra saja (Ras. 1985:23).

Selain dari pada itu, kelebihan pengarang Suparto Brata tampak dari caranya mengolah bahasa, dialog-dialog dan gaya penuturannya yang hidup, imajinasi dan kemampuannya membangun plot yang bagus membuatnya menjadi penulis novel Jawa terbaik pada zamannya (Ras. 1985:25).

Tulisan ini membahas novel detektif Suparto Brata berjudul Emprit Abuntut Bedhug.

Gaya cerita novel ini runtut, dan penuh ketegangan. Pembaca dibawa untuk mengetahui kejadian-kejadian yang akan terjadi selanjutnya.

Analisa Cerita Emprit Abuntut Bedhug selengkapnya klikdisini

Posted by admin on Saturday, January 26th, 2008. Filed under Article. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*