<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: EXPEDISI TARTAR DAN RADEN WIJAYA</title>
	<atom:link href="http://supartobrata.com/?feed=rss2&#038;p=67" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://supartobrata.com/?p=67</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Sep 2016 13:33:07 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Setyo Wardoyo</title>
		<link>http://supartobrata.com/?p=67&#038;cpage=1#comment-6478</link>
		<dc:creator>Setyo Wardoyo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 04:27:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://supartobrata.com/?p=67#comment-6478</guid>
		<description>Saya senang dengan tulisan Bp. dan saya mohon ijin untuk menjadikan tulisan Bp ini sebagai referensi Novel Fiksi Sejarah yang saya tulis. Dan, saya mengucapkan terima kasih..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya senang dengan tulisan Bp. dan saya mohon ijin untuk menjadikan tulisan Bp ini sebagai referensi Novel Fiksi Sejarah yang saya tulis. Dan, saya mengucapkan terima kasih..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dBo911</title>
		<link>http://supartobrata.com/?p=67&#038;cpage=1#comment-4504</link>
		<dc:creator>dBo911</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 13:16:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://supartobrata.com/?p=67#comment-4504</guid>
		<description>Salam kenal kimas Brata, 

Sangat mengagumkan, sebuah penulisan sejarah yang sangat rinci. 
Mempejelas wacana serta memperluas wawasan, khususnya bagi Generasi Muda Penerus Bangsa. 
Semoga dapat menjadi panduan langkah2 kedepan dalam kiprahnya membangun  Nuswantara. 

Saya sendiri dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan, mengangkat Kertanegara sebagai &quot;SANG PAHLAWAN BESAR&quot; 
pada http://dbo911.wordpress.com/SANG_PAHLAWAN_BESAR 



Salam untuk kimas Brata dan para Generasi Muda NKRI 
JAYALAH NUSWANTARA SEBAGAI NEGARAKRTAGAMA...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal kimas Brata, </p>
<p>Sangat mengagumkan, sebuah penulisan sejarah yang sangat rinci.<br />
Mempejelas wacana serta memperluas wawasan, khususnya bagi Generasi Muda Penerus Bangsa.<br />
Semoga dapat menjadi panduan langkah2 kedepan dalam kiprahnya membangun  Nuswantara. </p>
<p>Saya sendiri dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan, mengangkat Kertanegara sebagai &#8220;SANG PAHLAWAN BESAR&#8221;<br />
pada <a href="http://dbo911.wordpress.com/SANG_PAHLAWAN_BESAR" rel="nofollow">http://dbo911.wordpress.com/SANG_PAHLAWAN_BESAR</a> </p>
<p>Salam untuk kimas Brata dan para Generasi Muda NKRI<br />
JAYALAH NUSWANTARA SEBAGAI NEGARAKRTAGAMA&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: SETYO WARDOYO</title>
		<link>http://supartobrata.com/?p=67&#038;cpage=1#comment-4430</link>
		<dc:creator>SETYO WARDOYO</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 04:05:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://supartobrata.com/?p=67#comment-4430</guid>
		<description>Kepada Bp. Misbachul Munir. Tulisan Bp. menarik sekali. Ngomong2 bagaimana caranya kami bisa menemui Bp. Mubin yang masih keturunan Mongol itu? kalau boleh kami ingin sowan, berkenalan dan ngobrol2 seputar Mongol ketika di Jawa pada 1293. Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Bp. Misbachul Munir. Tulisan Bp. menarik sekali. Ngomong2 bagaimana caranya kami bisa menemui Bp. Mubin yang masih keturunan Mongol itu? kalau boleh kami ingin sowan, berkenalan dan ngobrol2 seputar Mongol ketika di Jawa pada 1293. Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: SETYO WARDOYO</title>
		<link>http://supartobrata.com/?p=67&#038;cpage=1#comment-4429</link>
		<dc:creator>SETYO WARDOYO</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 03:59:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://supartobrata.com/?p=67#comment-4429</guid>
		<description>Selamat siang Bp. Suparto Brata. Saya senang sekali membaca tulisan Bapak. Kebetulan saat ini saya sedang mencoba menulis (baca: belajar) tentang ekspedisi Mongolia di Jawa pada 1293. saya mengutip beberapa bagian dari tulisan bapak. Sebelum dan sesudahnya kami mengucapkan terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat siang Bp. Suparto Brata. Saya senang sekali membaca tulisan Bapak. Kebetulan saat ini saya sedang mencoba menulis (baca: belajar) tentang ekspedisi Mongolia di Jawa pada 1293. saya mengutip beberapa bagian dari tulisan bapak. Sebelum dan sesudahnya kami mengucapkan terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: misbachul munir</title>
		<link>http://supartobrata.com/?p=67&#038;cpage=1#comment-3191</link>
		<dc:creator>misbachul munir</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 10:36:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://supartobrata.com/?p=67#comment-3191</guid>
		<description>Mbah Broto yang terhormat
Saya punya cerita, yang kurang lebih berkaitan dengan penyerbuan tentara mongol ke kediri. Cerita saya ini hasil wawancara dengan tokoh asal Desa Kedung cangkring, Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo, namanya Mubin, 68 tahun. Mubin adalah keturunan mongl dan penduduk setempat. Menurutnya Mubin adalah keturunan Mongol. Cerita ini ia dapatkan dari Mbahnya, Ma&#039;ani yang parasnya wajahnya adalah mongolia asli. menurut Mubin, Mbahnya adalah keturunan pasukan mongol yang nyerbu kediri sekitar tahun 1292 M. Cerita ini persis sama yang dalam refernsi buku sejarah berdiriya majapahit. Bahkan menurunya, Ma&#039;ani yang hidup sekitar tahun 1800an awal ini juga sebagai juragan batik di desa Kedung Cangkring. bahkan, menurutnya batik di Kedung cangkring yang mebawa adalah orang-orag mongol tersebut. Bahkan, Batik Pekalongan yang terkenal itu juga dulu belajarnya di Kedung Cangkring. Namun, samapi hari ini saya belum juga menemukan siapa sebenarnya yang babad desa Kedung Cangkring. Banrng kali punya refernsi, mohon diberi jawaban. 

Misbachul Munir</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbah Broto yang terhormat<br />
Saya punya cerita, yang kurang lebih berkaitan dengan penyerbuan tentara mongol ke kediri. Cerita saya ini hasil wawancara dengan tokoh asal Desa Kedung cangkring, Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo, namanya Mubin, 68 tahun. Mubin adalah keturunan mongl dan penduduk setempat. Menurutnya Mubin adalah keturunan Mongol. Cerita ini ia dapatkan dari Mbahnya, Ma&#8217;ani yang parasnya wajahnya adalah mongolia asli. menurut Mubin, Mbahnya adalah keturunan pasukan mongol yang nyerbu kediri sekitar tahun 1292 M. Cerita ini persis sama yang dalam refernsi buku sejarah berdiriya majapahit. Bahkan menurunya, Ma&#8217;ani yang hidup sekitar tahun 1800an awal ini juga sebagai juragan batik di desa Kedung Cangkring. bahkan, menurutnya batik di Kedung cangkring yang mebawa adalah orang-orag mongol tersebut. Bahkan, Batik Pekalongan yang terkenal itu juga dulu belajarnya di Kedung Cangkring. Namun, samapi hari ini saya belum juga menemukan siapa sebenarnya yang babad desa Kedung Cangkring. Banrng kali punya refernsi, mohon diberi jawaban. </p>
<p>Misbachul Munir</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: honet</title>
		<link>http://supartobrata.com/?p=67&#038;cpage=1#comment-93</link>
		<dc:creator>honet</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 02:32:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://supartobrata.com/?p=67#comment-93</guid>
		<description>Mbah brata, kisah menarik ini mulai sedikit menguatkan keyakinan bahwa Terung dulu menjadi sebuah daerah penting. menurut cerita, Terung dulunya ada sebuah bengawan (sungai besar) disebelah utara desa. ini dibuktikan dengan banyak pasir dipermukaan tanah. juga terkadang ditemukan bekas perangkat kapal dibawah tanah atau sungai yang tersisa.
hal ini begitu nyambung (sesuai) dengan cerita mbah Brata, dimana R. Wijaya dan pengawalnya sempat berenang di bengawan sampai ke Desa Bangsri ( sekitar 1 KM timur Terung).
Namun kami juga bingung tentang silsilah R. Ayu Putri (pesarean Terung). apakah benar beliau anak dari Adipati Terung atau cuma kerabat dari Adipati Terung. hal ini sangat kami perlukan untuk menulis silsilah beliau. pasalnya, keluarga adipati Terung menurut cerita banyak yang diboyong ke Demak. atau Raden Ayu Putri meninggal sebelum Adipati Terung ke Demak. hal inilah yang masih perlu kami ketahui. misalnya saja makam Adipati Terung kini berada di Demak (Komplek para Raja Demak). sehubungan dengan semakin sulitnya mencari sumber sejarah, maka dengan hormat kepada Mbah Brata untuk menulis Edisi khusus tentang Adipati Terung dan Keturunannya. matursuwun Mbah. Salam juga kepada Kaji Sudi Roy</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbah brata, kisah menarik ini mulai sedikit menguatkan keyakinan bahwa Terung dulu menjadi sebuah daerah penting. menurut cerita, Terung dulunya ada sebuah bengawan (sungai besar) disebelah utara desa. ini dibuktikan dengan banyak pasir dipermukaan tanah. juga terkadang ditemukan bekas perangkat kapal dibawah tanah atau sungai yang tersisa.<br />
hal ini begitu nyambung (sesuai) dengan cerita mbah Brata, dimana R. Wijaya dan pengawalnya sempat berenang di bengawan sampai ke Desa Bangsri ( sekitar 1 KM timur Terung).<br />
Namun kami juga bingung tentang silsilah R. Ayu Putri (pesarean Terung). apakah benar beliau anak dari Adipati Terung atau cuma kerabat dari Adipati Terung. hal ini sangat kami perlukan untuk menulis silsilah beliau. pasalnya, keluarga adipati Terung menurut cerita banyak yang diboyong ke Demak. atau Raden Ayu Putri meninggal sebelum Adipati Terung ke Demak. hal inilah yang masih perlu kami ketahui. misalnya saja makam Adipati Terung kini berada di Demak (Komplek para Raja Demak). sehubungan dengan semakin sulitnya mencari sumber sejarah, maka dengan hormat kepada Mbah Brata untuk menulis Edisi khusus tentang Adipati Terung dan Keturunannya. matursuwun Mbah. Salam juga kepada Kaji Sudi Roy</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: KAJI SUDI ROY</title>
		<link>http://supartobrata.com/?p=67&#038;cpage=1#comment-88</link>
		<dc:creator>KAJI SUDI ROY</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 07:42:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://supartobrata.com/?p=67#comment-88</guid>
		<description>Terima kasih mbah brata, Terung desaku telah menjadi ampiran R. Wijaya dalam melakukan ekspedisinya. Terung yang mbah maksud sekarang berada di kecamatan Krian, kabupaten sidoarjo, yakni desa Terungwetan, dulu namanya Terung, kemudian karena terlalu luas akhirnya Terung dirubah menjadi dua desa yakni Terungwetan dan Terungkulon. memang didesa itu ada banyak peninggalan-peninggalan (walaupun terpendam dibawah pepohonan) berupa pagar dan bekas bangunan kuno. kemudian did esa tersebut (Terungwetan) juga ada pesarean (makam) Raden Ayu Putri OTW, konon beliau itu putri dari adipati Terung. namun kebenarannya masih memerlukan penelitian lebih lanjut. mungkin mbah Brata punya cerita tentang Raden ayu Putri OTW tersebut. Kami sangat memerlukan informasi tersebut, soalnya cerita hanya dari mulut ke mulut. tentang Raden ayu Putri OTW sendiri memang ada cerita khusus di masyarakat sana. tapi asal usulnya masih perlu diselidiki lagi. (bukti sejarahnya). juga edisi khusus tentang adipati Terung mohon mbah Brata menulisnya. kami bangga jadi warga Terung (Terungwetan). salam SR</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih mbah brata, Terung desaku telah menjadi ampiran R. Wijaya dalam melakukan ekspedisinya. Terung yang mbah maksud sekarang berada di kecamatan Krian, kabupaten sidoarjo, yakni desa Terungwetan, dulu namanya Terung, kemudian karena terlalu luas akhirnya Terung dirubah menjadi dua desa yakni Terungwetan dan Terungkulon. memang didesa itu ada banyak peninggalan-peninggalan (walaupun terpendam dibawah pepohonan) berupa pagar dan bekas bangunan kuno. kemudian did esa tersebut (Terungwetan) juga ada pesarean (makam) Raden Ayu Putri OTW, konon beliau itu putri dari adipati Terung. namun kebenarannya masih memerlukan penelitian lebih lanjut. mungkin mbah Brata punya cerita tentang Raden ayu Putri OTW tersebut. Kami sangat memerlukan informasi tersebut, soalnya cerita hanya dari mulut ke mulut. tentang Raden ayu Putri OTW sendiri memang ada cerita khusus di masyarakat sana. tapi asal usulnya masih perlu diselidiki lagi. (bukti sejarahnya). juga edisi khusus tentang adipati Terung mohon mbah Brata menulisnya. kami bangga jadi warga Terung (Terungwetan). salam SR</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
