Translate into: EnglishAfrikaansالعربيةБългарскиCatalàČeskyCymraegDanskDeutschΕλληνικά EspañolEsperantoفارسیFrançaisHrvatskiBahasa IndonesiaÍslenskaItalianoעבריתLatina한국어MagyarBahasa MelayuNederlands日本語Norsk (Bokmål)PolskiPortuguês (brasileiro)RomânăРусскийSlovenščinaSrpskiSvenskaSuomiTagalogไทยTürkçeУкраїнська中文 / 漢語

Makalah pada seminar
WONG JAWA ILANG JAWANÉ
(Balai Soedjatmoko Solo & House of Danar Hadi 14 Juni 2009)

Menurut cerita Ibuku, saya lahir di Centrale Burgere Ziekenhuis (CBZ) Surabaya, hari Sabtu Legi, bulan Sawal tahun Jé. Itu diucapkan tiap kali. Ketika saya masuk sekolah, ketika saya umur 7 tahun, ketika jadi pelajar, ketika saya nikahan. Pernah juga tiap hari Sabtu Legi dibikinkan sesajen ketan 3 warna, dan kembang setaman. Itu kata Ibu. Dongenge Sibu. Sedikit demi sedikit saya selidiki, saya lalu mengerti, bahwa saya dilahirkan di RSUP Surabaya, tanggal Masehinya 27 Februari 1932. Penyelidikan lebih lanjut, hari itu juga lahir seorang bayi perempuan, yang kemudian hari jadi perempuan cantik jelita dan termasyur, yaitu Elizabeth Taylor. Sejarahnya lebih lanjut, CBZ itu adalah yang sekarang menjadi Surabaya (Delta) Plaza. Sebuah plaza di tengah Kota Surabaya.

Dengan saya tuliskannya “dongeng” Ibu saya itu, (juga saya tulis pada beberapa bukuku), maka “dongeng” itu diketahui oleh masyarakat sekarang, oleh pembaca bukuku. Menjadi abadi, dapat ditelusuri setiap saat. Padahal, kalau tidak saya tulis, “dongeng” Ibu itu, tempat-tempat yang ditunjukkan Ibu, saksi-saksi dalam “dongeng” Ibu, hilang musna.

Continue Reading »

Mengapa Tanggal 31 Mei

Seperti seorang manusia, sebuah kota pun biasa memperingati hari kelahirannya. Sebelum tahun 1975, Surabaya biasa memperingati hari lahirnya pada tanggal 1 April. Namun ternyata tanggal ini bukan merupakan saat lahirnya Surabaya sebagai kota dalam arti tempat pemukiman dengan segala kehidupan dan masalahnya. Tanggal 1 April adalah saat diresmikannya Gemeente Soerabaia pada tahun 1906 oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Memang tidak salah kalau tanggal itu disebut sebagai hari lahir Kotamadya Surabaya kalau kita mengartikannya semata-mata untuk saat wilayah Surabaya dinyatakan sebagai Daerah Otonom. Tetapi hal ini akhirnya dirasa tidak tepat, sebab konon adanya Surabaya menurut data-data sejarah sudah disebut sejak sekitar abad ke tigabelas.

Continue Reading »

Jembatan Suramadu

Jembatan Suramadu

Photobucket



Ser! Randha Cocak

Ser! Randha Cocak (harga Rp. 45.000,-). Tiga roman jadi satu. Roman pertama Ser! Ser! Plong! menceritakan Patut, seorang diplomat yang pandai berdansa, tergesa pulang dari Amsterdam ke Jakarta karena di-email oleh ibundanya bahwa perempuan bernama Wangi Lestari, patner menarinya sejak kecil, telah diketemukan di Jakarta. Ya, hanya perempuan seorang inilah yang diincar Patut akan dijadikan isterinya. Hingga jadi diplomat Patut masih tetap jomblo. Turun di Sukarno-Hatta, jegagig, dia bertemu Yuni Shara, dan kasmaran setengah mati kepada perempuan baru itu. Lalu bagaimana dengan Wangi Lestari?

Roman ke dua : Mbok Randha Saka Jogja , menceritakan Citraresmi, alumni Asmi Jogya melamar pekerjaan ke perusahaan pelayaran di Surabaya, dengan disertai surat dari janda almarhum direktur utama perusahaan pelayaran tersebut. Dianggap KKN oleh Dororini, sekretaris kantor pelayaran. Apalagi dari cv-nya Dororini tahu bahwa Citraresmi sudah punya anak. Tentulah sudah janda. Tapi Citraresmi bahkan seperti dipacari oleh direktur utamanya yang sekarang. Dororini panas hati. Itulah yang membuat roman bergejolak.

Roman ke tiga : Cocak Nguntal Elo. Sedang mandi, Sekar terima telepon dari Makassar mengabarkan bahwa ayahnya tewas di pesawat terbang. Sekar lari histeris keluar kamar mandi telanjang bulat. Tentu saja bingung, karena tidak punya keluarga lainnya, sebatang kara di dunia. Lalu, hidupnya bakal bagaimana? Yang ramai berkecamuk bukan hanya pikiran Sekar, juga cerita selanjutnya.




Tretes Tintrim

Tretes Tintrim (harga Rp. 30.000,-). Orang kaya Kuswahartaka di Semarang dirampok siang hari di rumahnya, dia dihajar di depan isterinya tanpa ampun. Dia minta tolong kepada Detektip Handaka agar melacak perampoknya, yang ditenggarai lari ke Tretes, Pasuruan, Jawa Timur. Di Hotel Larasing Pareden di Tretes, banyak tamu dari Semarang. Ada polisi, ada wartawan, pada menginap mencurigakan di kota kecil itu. Bahkan ada seorang perempuan cantik menginap sendirian, tindak-tanduknya lincah menarik hati. Semua tadi ada kelanjutannya dari kisah perampokan di Semarang. Bagaimana ceritanya, baca saja bukunya




Garuda Putih

Garuda Putih (harga Rp. 30.000,-). Maridi, jongos Hotel Arumdalu, punya tugas melayani tamu hotel Emi, seorang wanita penghibur yang menginap di hotel itu bersama Abisuna. Ternyata Abisuna ditemukan tewas dijerat lehernya esok harinya. Kabar angin menyebutkan pembunuhnya adalah Garuda Putih, penjahat yang terkenal kalis dari tangkapan polisi. Disitu juga ada orang bernama Guritna yang ciri-cirinya persis Garuda Putih. Polisi Surabaya yang bertugas memburu Garuda Putih yakin bahwa Guritna adalah Garuda Putih. Cuma bukti nyatanya belum didapat. Detektip Handaka yang meneliti terbunuhnya Abisuna, apa juga menuduh Guritna itu Garuda Putih? Dan bagaimana dengan terbunuhnya Abisuna? Kisahnya seru!




Kunarpa Tan Bisa Kandha

Kunarpa Tan Bisa Kandha (harga Rp. 30.000,-). Nyonya Sulun di Probolinggo tewas mendadak. Pak Sulun mengira tewasnya tidak wajar, tapi dibunuh. Sebelum bicara kepada siapa saja mengenai pikirannya, dia interlokal sahabatnya di Solo, agar segera datang ke rumahnya. Sahabatnya tadi namanya Handaka, profesinya sebagai detektip. Korban diperiksa oleh Detektip Handaka, agaknya memang dibunuh. Anak-anak perempuan Pak Sulun ada tiga orang, tampaknya tidak sangat berduka dengan tewasnya ibu mereka. Begitu juga dengan para calon menantunya. Tapi apa itu motip pembunuhan Nyonya Sulun? Perlu disimak penyelidikan Detektip Handaka, yang seri bukunya (seri Detektip Handaka) sudah terkenal sejak dulu




Emprit Abuntut Bedhug

Emprit Abuntut Bedhug (harga Rp. 25.000,-). Saat magrib malam Jum’at, Jarot naik sepeda melewati perlima jalan Blawuran Surabaya, terserempet dengan sepeda lain. Dia jatuh, penyerempetnya seorang gadis, kemudian gadis tersebut bisa segera kembali mengendarai sepedanya. Agaknya dia tergesa-gesa. Jarot tahu, ada kantong milik gadis tadi yang terlempar jatuh, tidak dipungut oleh pemiliknya. Kantong dipungut Jarot dan diacungkan kepada gadis yang menyerempetnya, tapi gadis tersebut menolak bahwa kantong itu adalah miliknya. Apa isi kantong itu ? Itulah yang membuat Jarot berurusan dengan polisi dan Detektip Handaka. Jadi saksi yang terseret-seret pemeriksaan Detektip Handaka soal isi kantong tadi.




Jaring Kalamangga

Jaring Kalamangga (harga Rp. 35.000,-). Sanggar, seorang wakil direktur perusahaan dagang, membutuhkan seorang jurutulis untuk dipekerjakan di kantor cabangnya di Tretes, kota pariwisata di Jawa Timur. Dia mengirim surat panggilan kepada calon jurutulis baru agar segera saja datang dan bekerja di kantor cabangnya. Jurutulis baru yang dipanggil itu namanya Handaka, pekerjaannya sebagai detektip. “Yang Anda butuhkan itu jurutulis. Mengapa yang Anda panggil seorang detektip? Ada apa?” tanya Handaka ketika menghadap Pak Sanggar pertama kalinya. Dan itulah yag mejadi pertanyaan para pembaca buku ini, sehingga harus membaca urut dari awal sampai akhir, tanpa jeda.




Dom Sumurup Ing Banyu

Dom Sumurup Ing Banyu (harga Rp. 30.000,-). Ini cerita spion Jawa, seperti James Bond. Ngesthireni yang harus bertugas menjadi mata-mata Belanda menyelundup ke daerah Republik, ketahuan temannya, Herlambang, bahwa penyamarannya kurang sempurna. Perempuan di daerah Republik tidak ada yang mengenakan kutang nylon, underrok sutera. Dan kalau menyamar sebagai istri Herlambang, harus bukan perawan lagi. Maka Ngesthireni terpaksa dilucuti pakaianya dan harus bukan perawan lagi. Itu resiko jadi mata-mata Belanda. Digarap dengan apik sebagai cerita bayangan masa menjelang pemberontakan PKI Madiun 1948.




Lelakone Si lan Man

Lelakone Si lan Man (harga Rp. 50.000,-). Kumpulan 20 cerita pendek sastra jawa garapan 1960-2003. Hidup ini absurd. Orang bisa sakit terus tidak bisa sembuh. Juga bisa sangat bodoh, tidak bisa dihidupkan nalarnya. Hal itu dinarasikan dengan pas pada tokoh Si lan Man, yang lelakonnya tragis sekali. Cerpen lain pembaca bisa jengkel dengan perbuatan dr. Hasnan, Uun dan Marleni dalam cerpen Pasien Pungkasan. Atau bergejolak hatinya menikmati bahasa Suroboyoan pada cerpen




Suparto Brata’s Omnibus

Suparto Brata’s Omnibus (harga Rp. 70.000,-). Sastra Indonesai belum ada omnibus, sastra Jawa modern sudah. Ini kumpulan roman, dan penelaahannya oleh pakar sastra jawa Darni Ragil Suparlan, dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah, FBS Unesa Surabaya. Roman Astirin Mbalela mengisahkan perawan Desa Ngunut Tulungagung, lari ke Surabaya karena tidak mau dinikahkan oleh pamannya. Di Surabaya tertangkap oleh penjual perempuan, diperkosa dan dikirim ke Tawao. Astirin akhirnya kembali ke desanya, tapi jadi apa? Itu inti ceritanya. Roman Clemang-Clemong mengisahkan Abyor, gadis balita yang omongnya belum jelas memilihkan jodoh ayahnya yang duda, setelah ibunya meninggal dunia. Roman Bekasi Remeng-remeng berkisah tindak kejahatan penculikan anak-anak dan pembunuhan penjual narkoba di Bekasi di waktu remang-remang Magrib. Dapatkah Kapolsek Bekasi Timur yang polisi wanita bisan menangkap penjahatnya yang sadis dan lihai itu?




Semua buku tersebut dapat dipesan pada Penerbit Narasi dengan tambahan ongkos kirim.

Alamat Penerbit :

Penerbit Narasi
Jl. Irian Jaya D-24, Perum Nogotirto II
Yogyakarta 55292

Tel : (0274) 7103084, Fax : (0274) 620879

Surabaya Zaman Jepang=

Pemindahan kekuasaan dari pemerintah Belanda kepada Jepang di Surabaya tidak ditandai dengan goncangan pertempuran seru. Namun batas dan perubahannya sangat terasa bagi penduduk Surabaya. Malam hari yang semula terang benderang jadi gelap gulita karena lampu harus diselubungi. Kendaraan bermotor tiba-tiba tidak kelihatan lagi di jalan-jalan kota. Sinyo dan noniek Belanda lenyap dari Bumi Surabaya. Gedung atau rumah yang dikapur putih harus diubah warna hitam, dilabur (dicat) dengan campuran arang yang ditumbuk halus atau abu bahan yang dibakar.

Waktu Belanda meninggalkan kota, sekolah ditutup. Kini dibuka kembali dengan murid-murid baru. Anak-anak pribumi memasuki gedung sekolah Belanda. Kulitnya sawo mateng, kepalanya gundul, kakinya telanjang.

Untuk membaca selangkapnya silahkan klik disini

Daftar pertanyaan Naila Nilofar, SS (Balai Bahasa Surabaya)
Jawaban Suparto Brata (Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya)

A. Daftar Pertanyaan untuk Pengarang yang Menggunakan Subdialek Surabaya dalam karyanya

1. Anda berasal dari daerah mana? Kalau Anda berasal dari daerah, mengapa Anda hijrah ke Surabaya? Sejak kapan Anda bergabung dengan Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya? Mengapa?

Dari Surabaya, lahir, masa kanak-kanak, sekolah, remaja, dewasa, bekerja, kawin, punya anak, pensiun, di Surabaya. Sejak Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya didirikan (1976?). Karena saya memang pengarang bahasa Jawa di Surabaya
Continue Reading »

Eksistensi sastra Jawa hanya bergantung pada sastrawannya. Minimnya media berbahasa Jawa mereka harus berjibaku menerbitkan karyanya sendiri.

Oleh : Arief Junianto

foto Media berbahasa Jawa boleh dikatakan sangat minim. Di Surabaya media yang ada hanya dua, Jaya Baya dan Panjebar Semangat. Itupun terbit hanya untuk kalangan tertentu yang berminat dengan bahasa Jawa. Di dua media ini, bisa dikatakan budaya Jawa, secara libih luas mampu disiarkan. Selain itu bila dibandingkan dengan sastra daerah lain, sastra Jawa masih memiliki tempat yang cukup menguntungkan. Hal ini disebabkan penutur bahasa Jawa memang masih terbilang cukup banyak.

Continue Reading »

gdtangsi01

Gadis Tangsi. Awalnya saya membeli buku ini karena harganya yang diobral. Diskon sampai hampir 80% menjadikan tangan saya enteng untuk merogoh kantong. Buku pertama berjudul Gadis Tangsi dan yang kedua dengan judul Kerajaan Raminem merupakan dua buku dari trilogi yang ditulis Suparto Brata. Saya terlenakan oleh trilogi ini. Kok bisa?

Continue Reading »

Menulis itu mudah. Hal inilah yang dipaparkan kelima pakar penulis dalam Workshop Writing yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kelautan ITS, Selasa (14/4). Selain itu pula, menurut Suparto Brata untuk memudahkan menulis dimulai dengan membaca. Walaupun peserta tak cukup ramai memadati Ruang Seminar Rektorat, hal itu tak mengurungkan minat peserta untuk mengikuti Workshop yang bertajuk Waking Up Your Writer Sense.

Photobucket
Continue Reading »

Surabaya Jawa Pos, 1 April 2009. Tahapan terpenting pembangunan Jembatan Suramadu terjadi menjelang dini hari tadi.
Photobucket

Pelaksanaan proyek yang menghubungkan Surabaya-Madura itu sukses memasang main span (bentang tengah), sehingga jembatan sisi Surabaya dan sisi Madura tersambung. Jika proses selanjutnya lancar, dua bulan lagi Suramadu bisa dilalui kendaraan. Detik-detik penting penyambungan Jembatan Suramadu itu tadi malam hingga dini hari tadi berlangsung sederhana. Menteri PU Djoko Kirmanto dan Gubernur Jatim Soekarwo yang semula direncanakan hadir, hingga berita ini diturunkan (pukul 00.00), ternyata juga berhalangan. Continue Reading »

Suparto Brata Blog is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache!